Cara Membuat Dupa

Ingin mencoba membuat dupa atau hio? Berikut ini sekilas proses pembuatan dupa :

A. Bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan dupa :

1. Serbuk perekat

2. Bubuk kayu halus

3. Bubuk kayu kasar

4. Air

5. Kapur

6. Tangkai bambu dupa

7. Minyak wangi

8. Alkohol

B. Peralatan untuk membuat dupa :

1. Tampah

2. Tabung dan gelas pengukur

3. Tempat penjemuran

4. Pipa paralon ukuran 10 cm dan panjang 60 cm

5. Timbangan kecil

6. Plastik pembungkus dan label atau merek

C. Bahan dan cara pembuatan tangkai dupa :

1. Bambu petung, bambu yang baik dipakai untuk tangkai adalah bambu petung yang keadaannya tidak terlalu tua

2. Bambu dibelah kecil-kecil seperti lidi dengan ukuran diameter 2-3 mm dan panjangnya 32, 38 atau 42 cm, pokoknya sesuai dengan panjang dupa yang ingin dibuat

3. Masak tangkai di dalam air kapur selama 3 hingga 4 jam

4. Kemudian tangkai tersebut dijemur hingga kering

5. Bersihkan bambu dari rambut-rambut kecilnya dan singkirkan tangkai yang rusak

D. Proses pembuatan dupa :

1. Tangkai yang sudah siap dipakai dimasukkan ke dalam air

2. Selanjutnya dimasukkan ke dalam serbuk dupa kasar dan biarkan serbuk melekat pada tangkai

3. Jemur kurang lebih 15 sampai 20 menit

4. Kembali dimasukkan ke dalam air lagi

5. Kemudian masukkan ke dalam serbuk kayu halus lalu dijemur

6. Ulangi cara di atas sampai 3 kali atau disesuaikan dengan besar dupa yang diinginkan

7. Setelah setengah kering, dimasukkan ke dalam pipa paralon lalu digelinding-gelinding supaya dupa menjadi halus dan berbentuk bulat, lalu kembali dijemur

8. Setelah benar-benar kering selanjutnya diberi aroma

9. Pengisian aroma sesuai dengan harga jual, caranya adalah mencampurkan bibit minyak wangi dengan alkohol lalu dupa yang sudah kering bisa diwangikan dengan dicelup maupun disemprot.

10. Selanjutnya diangin-anginkan untuk menghilangkan kadar alkoholnya

11. Kemas dupa sesuai permintaan, satu kilogram atau 1,5 kilogram

Dalam membuat dupa wangi beberapa hal harus diperhatikan, antara lain :

1. Produk yang dibuat harusnya memiliki merek sendiri atau setidaknya mencantumkan nama perusahaan. Ini penting untuk mengukuhkan posisi anda sebagai pengusaha dupa di masyarakat. Kelak orang akan dengan mudah mencari dupa anda karena tau namanya.

2. Produk anda hendaknya memiliki kekhasan sendiri seperti misalnya wangi, warna dan lainnya yang membuatnya unik dari dupa lainnya. Anda dapat saja membuat dupa yang sama dengan dupa yang ada, tetapi anda akan bersaing dengan produk dupa yang telah lebih dulu anda dan otomatis berebut pasar.

3. Kontinuitas produk haruslah dijaga, jangan sampai ketika produk sudah diminati masyarakat, sempat hilang dipasaran. Ini beresiko konsumen beralih ke dupa lain.

4. Kemasan harus menarik, baik dari segi desain maupun keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu. Ini akan membantu konsumen memilih dan mengetahui keunggulan dupa anda. Disamping itu kemasan dapat dibagi-bagi menjadi kemasan kecil untuk sekali sembahyang (tirta yatra/persembahyangan ke pura dll), dan ukuran besar untuk keperluan dirumah.

5. Untuk pemasaran, selain menawarkan ke konsumen sendiri (menjual di kios sendiri), anda juga dapat menitipkan (sistem konsinyasi/dibayar bila laku), atau menjualnya kepada pedagang dupa yang telah ada (distributor). Dalam hal ini, anda harus membedakan antara harga eceran untuk konsumen dan harga untuk distributor sehingga tidak akan mengacaukan harga dupa anda di pasar dan memberikan kenyamanan pada distributor anda.

dikutip dari situs denpasarkota.go.id dan hasil wawancara dengan pengrajin dupa di daerah Tangerang, Banten.