Feng Shui : Cara Mengetahui Unsur Keberuntungan

Ilmu feng shui menerapkan lima unsur dasar alam semesta, yakni air, kayu, api, tanah, dan logam sebagai dasar unsur keberuntungan seseorang. Awal penggunaan lima unsur/elemen tersebut tidak terdapat pada catatan sejarah secara pasti. Yang saya ketahui, sejak kurang lebih tahun 2500 Sebelum Maisehi, sudah ada ilmu bumi di daratan China.

Ilmu tersebut kurang lebih sama seperti ilmu alam sekarang ini. Dalam ilmu bumi tersebut mereka mengelompokkan benda-benda. Bedanya dengan ilmu alam modern sekarang ini yang membagi benda menurut sifatnya, yakni padat, cair dan gas, saat itu pengelompokan hanya berdasarkan bahan dasar pembentukan benda-benda.

Kita tinggalkan dulu pembahasan mengenai awal mula pemakaian lima unsur tersebut karena sumbernya masih simpang siur. Kita anggap saja kelima unsur tersebut hanyalah simbol.

Unsur-unsur tersebut saling berkaitan satu sama lain, kaitannya bisa positif dan bisa juga negatif. Unsur air dapat mendukung unsur kayu, unsur kayu mendukung unsur api, unsur api mendukung unsur tanah, unsur tanah memberi dukungan kepada unsur logam, dan unsur logam mendukung unsur air, ini adalah kaitan positifnya.

Pada kaitan negatifnya adalah unsur air dapat merusak unsur api, unsur api merusak unsur logam, unsur logam dapat merusak unsur kayu, unsur kayu merusak unsur tanah, dan unsur tanah dapat merusak unsur air.

Kelima unsur feng shui tersebut juga diterapkan dalam pembagian arah mata angin. Arah utara melambangkan unsur api. Arah timur melambangkan unsur logam. Arah selatan melambangkan unsur air. Dan arah barat melambangkan unsur kayu. Unsur tanah melambangkan arah tengah/pusat.

Dalam ilmu feng shui kelima unsur tersebut juga terdapat warna dasar, misalnya : Untuk unsur air warna dasarnya adalah hitam. Unsur kayu berwarna hijau. Unsur api warna dasanya adalah merah. Unsur tanah mempunyai warna dasar kuning. Dan untuk unsur logam warna dasarnya adalah putih.

Untuk mengetahui unsur seseorang terdapat dua cara yaitu; pertama berdasarkan tahun kelahiran, dan yang kedua adalah berdasarkan tanggal lahir. Untuk cara yang kedua, berdasarkan tanggal lahir, yang dipakai adalah penanggalan lunar bukan penanggalan maisehi. Meskipun sekarang ini tidak sulit untuk mendapatkan unsur berdasarkan tanggalan maisehi. Cara pertama adalah cara yang paling mudah, meskipun lebih dianjurkan memakai cara kedua.

Sebelumnya saya tulis dulu rangkaian unsur-unsurnya; 1 dan 2 adalah unsur kayu, 3 dan 4 adalah unsur api, 5 dan 6 adalah unsur tanah, 7 dan 8 adalah unsur logam, 9 dan 10 adalah unsur air. Angka ganjil adalah unsur dalam kelompok ‘yang’ atau positif, sedangkan angka genap untuk unsur kelompok ‘yin’ atau negatif. Tak perlu memikirkan ‘negatif’ dan ‘positif’nya karena itu hanyalah simbol saja.

Naah, sekarang cara menghitung unsur feng shui berdasarkan tahun adalah sebagai berikut; misalnya tahun kelahiran adalah 2011. Pertama-tama kurangi dulu 2011 dengan 1900, maka jadinya adalah 111. Lalu angka 111 dikurangi 23, hasilnya adalah 88. Sudah dapat unsurnya! Angka satuannya menunjukkan unsur. Angka 8 adalah unsur logam atau logam negatif.

Sekarang coba saya hitung tahun lainnya, misalnya tahun 1945. Jalannya adalah (1945-1900=45)-23 dan hasilnya adalah 22. Jadi tahun 45 itu mempunyai unsur kayu. Lalu bagaimana dengan orang-orang tua yang lahir sebelum tahun 1900? Rumusnya kira-kira seperti ini X=Y₁-((Y₂-1)x100)-23 di mana Y₁ adalah tahun, dan Y₂ adalah dua angka pertama (ribuan dan ratusan) tahun.